Kenapa seseorang mudah merasa panik, cemas, takut, waswas, curiga, emosi, dan marah? Bencana bisa terjadi secara beruntun jika seseorang tertimpa atau mengalami perasaan takut, cemas, waswas, curiga, emosi, dan marah. Kepanikan itu merupakan reaksi negatif atas suatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya atau di tempat lain. Apakah seseorang yang mudah panik masuk kategori penderita gangguan otak dan amnesia?
Jika tidak dikelola dengan baik, kepanikan itu menimbulkan emosi negatif yang sukar dikendalikannya. Misalnya seseorang sedang konsentrasi atau fokus menyelesaikan suatu pekerjaan kantor tiba-tiba mendengarkan peristiwa—musibah yang menimpa keluarga dan membuatnya tidak nyaman—buyarlah konsentrasi sehingga menimbulkan kepanikan. Pekerjaan kantor yang punya deadline dan kabar musibah mengendap dalam otak.
Kepanikan mengantarkan orang itu ke suatu kondisi cemas yang bisa saja sangat berat baginya. Orang itu akan bertindak untuk coba mengatasi rasa cemasnya—sebagai dorongan untuk menyelesaikannya, melarikan atau bersembunyi sewaktu menghadapi suatu kondisi yang dirasakan sebagai beban, berbahaya , atau mengancam.
Menurut Wikipedia , timbul rasa takut yang terjadi secara tiba-tiba dan hal itu akan (dapat) menghilangkan kemampuan berpikir dan memengaruhi kelompok atau individu manusia (bisa juga terjadi atas hewan ) yang awalnya seseorang penderita kepanikan itu cenderung bersikap diam karena merasa tidak mampu berbuat sesuatu untuk mengatasi penyebab musibah atau peristiwa yang tidak menyenangkan itu.
Panik yang berlebihan pada umumnya menimbulkan kondisi bencana , atau kekerasan seperti perampokan yang dapat membahayakan (kesehatan atau jiwa) penderita atau orang lain. Bagaimana mengatasinya? Kuasai, kendalikan, dan kelolalah dengan baik gelombang otak. Kita dapat mengatasi panik, cemas, takut, waswas, curiga, emosi, dan marah dengan memahami cara kerja otak. Oleh karena itu, manusia dapat merekayasa gelombang otak agar mampu mengatur dirinya menjadi bahagia atau sedih, stres, panik, cemas, takut, waswas, curiga, emosi, dan marah.
Tentunya kita tidak menginginkan hal-hal perkara negatif yang menimpa diri. Oleh karena itu, manusia harus mampu mengatur otaknya agar mempunyai kemampuan super atau genius. Terima kasih kepada para ahli yang menemukan metode peningkatan potensi otak. Para ahli berpendapat bahwa otak memerlukan kebugaran. Untuk membugarkan fisik, kita dapat melakukan aktivitas olahraga. Sedangkan aktivitas kebugaran pikiran bertujuan untuk mencapai kebugaran otak.
Di kota-kota besar di Indonesia, masyarakat semakin peduli terhadap kebugaran otak. Hal itu menjadi peluang bisnis bagi sejumlah pengusaha yang kemudian mendirikan sarana kebugaran otak lengkap dengan fasilitas seperti alat-alat modern, antara lain, Vibra Sound Table, Float Tank, Oxygen Bar, kursi dan ranjang goyang IMS, dan kursi pijat (buatan lokal). Beberapa alat yang disebut mind machine itu diimpor dari Amerika Serikat, Belgia, Australia, dan Jerman. Dengan alat-alat itu, kita dapat meningkatkan daya pikir dan kreativitas kebugaran otak. Menurut pengarang buku ini daya pikir dan kreativitas dipengaruhi oleh perkembangan harmoni antara belahan otak kiri (daya pikir logis) dan otak kanan (daya imajinasi). Dengan alat-alat tertentu potensi kedua bagian otak dapat dimonitor dan ditingkatkan.
Tingkat dan fungsi otak dapat diperiksa di laboratorium, rumah sakit, pusat penelitian fungsi otak manusia yang sudah berlangsung di Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa di Asia. Berdasarkan hasil penelitian itu, otak—yakni pusat saraf manusia—dapat diperiksa, dimonitor, dan direkam dengan menggunakan alat yang disebut EEG atau electroencephalogram dan brain mapping— pemeriksaan secara fisik adanya gangguan, kerusakan, atau kecacatan otak (pusat saraf). Gangguan itu bisa terjadi karena tumor (kanker) otak, pecahnya pembulu darah otak (stroke), benturan pada kepala, dan hilangnya daya ingat.
Usia yang semakin bertambah menyebabkan seseorang secara perlahan akan kehilangan kemampuan untuk memproses informasi yang masuk ke dalam otak. Keadaan itu merupakan hal yang alami dan kita tidak dapat menghindarinya. Kita beruntung karena para ilmuwan menemukan berbagai cara dan strategi untuk mempertahankan memori otak yang lebih baik. Psikologi mendefinisikan memori sebagai suatu kemampuan mental organisme untuk menyimpan dan mengingat informasi.
|