|
|
Sebuah
ARTIKEL Khusus
The
Power of thought
BENDA dan MANUSIA
dapat melayang,
WOW, aneh Hanya
pertanyaannya adalah,
apakah ini suatu Benda
atau manusia dapat
melayang disebut juga
Ada
dua hal yang
membedakannya, juga dari
sudut 1.
Dari segi "Mistik" maka
manusia tersebut telah
2.
Dari segi " Teknologi"
maka benda atau manusia
Apabila anda tertarik
membelinya, dapat anda
lihat di-
Sudah sejak
ribuan tahun yang lalu, manusia
sudah berusaha, bahkan mencoba mempelajari
Tiap keadaan (state)
getaran pusat syaraf (otak),
masing-masing mempunyai
keistimewaanmya Bahkan pada
keadaan (theta-state) ini
terjadinya komunikasi antara
sang pencipta (Tuhan)
Theta
Brain Wave
Di-Indonesia sebenarnyapun sudah
ada manusia yang berkemampuan
LEVITASI, coba baca apa
Lalu apa dan bagaimana LEVITASI
ini dapat terjadi, baik ditinjau
dari sudut supranatural dan
Sepertinya supranatural dan
teknologi merupakan suatu hal yang
saling bertolak belakang,
Misalnya pada saat manusia dapat
melayang diudara tanpa
mempergunakan alat fisik apapun
Namun manusia yang melakukannya
tidak perlu mengetahui bahkan
mendalami apapun
http://www.jzkpublishing.com/catalog/index.cfm/item/Fire2.4
Petals nt>
Science of levitation by
changing our resonant frequency
field.
Sedikit penjelasan mengenai
“frekwensi alam semesta” ( dunia
) ingin lebih jelas
baca
Secara matematis dapat dihitung
bahwa, keliling bola dunia
adalah 40.000. Km, sedangkan
F = 300.000 / 40.000 = 7.5
Herz
Artinya bahwa dalam 1 (satu)
detik maka cahaya (atau
gelombang elektromaknetik), akan
dapat mengikuti
belokan fiber optik tersebut,
namun gelombang elektromaknetik
mampu merambat
pada permukaan
bumi.
"If we have just discussed
the viable science of
levitation - in which, that
you as a heavy,
three-dimensional object
vibrating according to the
hertz of the planet allows
you to have
the same
stability as mass itself -
if suddenly you were to
change your field, then the
mass
that you are made up of
would change as well. So it
would vibrate; you would
still be you
but you would
be vibrating at another
frequency. In other words,
we can see you and you
are
still John Doe, but you are
not in the world because you
are no longer obeying the
laws of gravity and physics
here. So you are actually
levitating fifteen feet
above the
floor; we can see
you, but you are eating the
surrounding time in this
time. And while
you are
sitting there, you are
actually in the future. You
are in another dimension of
time that will one day be
your linear future."
Frekwensi 7.5 Hz ini menjadi
bagian yang sangat penting,
terutama dengan pendekatan
levitasi
(keadaan melayang) baik
bidang fisika maupun bidang
supranatural.
Beberapa metode melayang (levitasi)
berdasarkan ilmu pengetahuan dan
teknologi antara lain adalah :
1.
Magnetic levitation (
Gertsenshtein Effect antigravity
)
2.
De Aquino’s ELF (Extra Low
Frequency ) anti gravity
3.
Mercury Plasma antigravity
4.
Searl Effect antigravity
5.
Hutchison Effect antigravity 6. Einstein’s UFT ( Unified Field Theory ) Antigravity
1.
Gertsenshtein Effect antigravity
: Sejak tahun 1960 sudah mulai
dianalisa secara teliti oleh
M.E.Gertsenshtein berkebangsaan
Rusia, yang menyelidiki bahwa
apabila Sinar atau cahaya
(berupa
gelombang elektromaknetik ) yang
akan melalui medan maknit yang
sangat kuat, maka
akan terjadi
“gelombang baru “ yang diebut
gelombang gravitasi (
Gravitational Wave ), disingkat
GW . lihat gambar dibawah
2.
De Aquino ELF Antigravity
http://jlnlabs.imars.com/systemg/newexp/index.htm
Fran De Aquino seorang professor
dan fisikawan dari Universitas
Maranhao negara Brasil yang
memperkenalkan teorinya sejak
tahun 1999, mengenai frekwensi
gelombang elektromaknetik yang
sangat rendah dibawah frekwensi
suara ( 20 ~ 20.000 hz ) yaitu
ELF (Extra Low Frequency)
antigravity,
yang apabila
diberikan (diarahkan ) pada
suatu benda, maka benda tersebut
akan kehilangan gaya
gravitasinya .
KOMENTAR :
Email :
djohang@yahoo.com
|
|